ICRP dan Triputra Agro Persada Jajaki Kolaborasi untuk Memperkuat Pendidikan, Toleransi, dan Ekonomi Inklusif
Berita
Jakarta – Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) bersama Triputra Agro Persada (TAP) melaksanakan pertemuan yang membahas berbagai peluang kerja sama strategis untuk memperkuat pendidikan, toleransi, dan pemberdayaan masyarakat berbasis inklusi. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi.
Dari pihak ICRP hadir Pengurus ICRP Vincent Jaya Saputra, Dewan Pendiri ICRP Chandra Setiawan, serta Direktur Eksekutif ICRP Ilma Sovri Yanti. Sementara dari Triputra Agro Persada hadir Deputy Director Human Capital di PT Triputra Agro Persada Tbk. Handoko Gidion Immanuel bersama Murti Widianingsih dan Corporate Communication and Corporate Funding Regina Anggraeni Mok bersama Luthfi Deriananda dan tim.
Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga mendiskusikan sejumlah program yang berpotensi untuk dikembangkan bersama. Beberapa di antaranya adalah Festival Toleransi dan Budaya 2026, penguatan Rumah Belajar, program Relawan Mengajar, pendidikan inklusif, serta gerakan ekonomi inklusif berbasis komunitas lintas iman dan keyakinan.
Pada kesempatan itu, Pengurus ICRP Vincent Jaya Saputra menekankan pentingnya membangun kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Menurutnya, kolaborasi antara ICRP dan Triputra Agro Persada perlu dirancang sebagai sebuah win-win solution yang tidak hanya berdampak bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat komitmen kedua lembaga dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.
Sementara itu, Dewan Pendiri ICRP Chandra Setiawan memaparkan sejarah berdirinya ICRP sebagai organisasi yang sejak awal berkomitmen membangun dialog, kerja sama, dan perdamaian lintas agama dan keyakinan di Indonesia. Ia menjelaskan bagaimana ICRP terus mengembangkan berbagai program yang menjawab tantangan sosial sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan.
Direktur Eksekutif ICRP, Ilma Sovri Yanti, kemudian mempresentasikan sejumlah program unggulan yang saat ini dijalankan oleh ICRP. Program-program tersebut meliputi pendidikan inklusif bagi kelompok rentan, gerakan ekonomi inklusif berbasis komunitas lintas iman, hingga penyelenggaraan Festival Toleransi yang menjadi ruang perjumpaan dan kolaborasi antarwarga dari beragam latar belakang agama, budaya, dan keyakinan.
Salah satu program yang mendapat perhatian khusus dari pihak Triputra Agro Persada adalah Rumah Belajar. Handoko menyampaikan ketertarikannya terhadap program tersebut dan menanyakan cakupan wilayah pelaksanaannya.
Menjawab pertanyaan tersebut, Ilma menjelaskan bahwa saat ini Rumah Belajar ICRP telah hadir di 41 titik yang tersebar di berbagai daerah. Program ini menjadi ruang belajar alternatif yang mendorong akses pendidikan yang inklusif bagi anak-anak dan masyarakat di tingkat akar rumput.
Ilma juga menyampaikan bahwa salah satu titik Rumah Belajar ICRP bahkan telah mendapat perhatian nasional dan pernah dikunjungi oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Kunjungan tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kontribusi Rumah Belajar dalam memperluas akses pendidikan dan membangun lingkungan belajar yang ramah bagi semua.
Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut membuka peluang bagi lahirnya berbagai bentuk kerja sama konkret antara ICRP dan Triputra Agro Persada di masa mendatang. Kedua pihak sepakat bahwa penguatan pendidikan, toleransi, dan ekonomi inklusif merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang damai, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Melalui penjajakan ini, ICRP dan Triputra Agro Persada berharap dapat mengembangkan kemitraan yang tidak hanya menghasilkan program-program yang berdampak nyata, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong lintas sektor dalam mewujudkan Indonesia yang inklusif dan harmonis.
