Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan,
Salam Sejahtera bagi kita semua,
Sampurasun,
Rahayu Rahayu Rahayu
Yang saya hormati, Bapak Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Bapak Prof. Atip Latipulhayat;
Yang saya hormati, Bupati Kuningan, Bapak Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si
Ketua Indonesian Conference on Religion and Peace atau ICRP, Prof. Dr. Chandra Setiawan, MM., Ph.D.
Direktur Sekolah Menengah Atas (SMA) – Yuli Haryanto, S.E., M.Si.
Gubernur Jawa Barat, dalam hal ini di wakili Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AKB Propinsi Jawa Barat Ibu Shindy Diah Ayu Lestari, S.IP., M.Hub.Int.,
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan – Dr. Elon Carlan, S.Pd., M.Pd.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kab. Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si.
Kepala Dinas DPPKBP3A Kabupaten Kuningan, Bapak H. Apip Ropi’i, SKM., M.M.Kes.
Kepala Pusat Penguatan Karakter beserta tim
Direktur Eksekutif Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) – Ilma Sovri Yanti
Pimpinan LPAI (Lembaga Perlindungan Anak Indonesia), Kak Henny Hermanoe,
Pini Sepuh, Adat Karuhun Urang (AKUR) Sunda Wiwitan, Ibu Ratu Emalia Wigarningsih Djatikusumah dan Pangeran Gumirat Barna Alam,
Ketua Yayasan Tri Mulya Triwikrama, Ibu Dewi Kanti
Ketua Panitia Hari Anak Merdeka 2026, Ibu Susilowati yang juga Kepala Sekolah SMP Tri Mulya,
Yang saya hormati, para tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat Cigugur;
Yang saya hormati, Bapak Kapolsek Cigugur, Bapak Danramil Cigugur, serta jajaran aparat keamanan dan pemerintah kecamatan;
Para pendidik, orang tua, relawan, dan yang paling saya banggakan, anak-anak hebat Indonesia yang hadir di sini.
Selamat pagi dan salam bahagia untuk kita semua.
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul di tempat yang penuh makna ini, Desa Cigugur, Kabupaten Kuningan, dalam rangka memperingati Hari Anak Merdeka 2026. Hari ini bukan sekadar perayaan tahunan. Hari ini adalah pernyataan tegas bahwa masa depan Indonesia dimulai dari anak-anak yang merasa aman, didengar, dihargai, dan memiliki ruang untuk berteman melampaui segala perbedaan.
Saya Prof. Chandra Setiawan, selaku Ketua III Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), merasa terhormat dapat menyampaikan sambutan mewakili ICRP pada acara yang begitu istimewa ini.
Hadirin sekalian,
ICRP berdiri sejak 12 Juli 2000, didirikan oleh Presiden RI ke-4, KH. Abdurrahman Wahid “Gus Dur”, bersama para tokoh lintas agama nasional. Organisasi ini lahir dari gagasan Bapak Dr. Djohan Effendi (alm) untuk menciptakan ruang kebersamaan keagamaan yang dialogis, terbuka, dan harmonis. Dan hari ini, kita melanjutkan estafet perjuangan itu, tidak hanya di ruang-ruang dialog antaragama, tetapi juga di ruang bermain dan belajar anak-anak kita.
Anak-anak adalah cermin peradaban. Jika kita ingin melihat Indonesia yang damai, inklusif, dan penuh toleransi di masa depan, kita harus membangunnya dari sekarang, di sini, di tengah mereka. Karena itu, tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” yang diusung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam peringatan Hari Anak Nasional ke-42 ini sungguh sejalan dengan semangat kita semua.
Hari Anak Merdeka 2026 di Cigugur ini kita rancang bukan sebagai ajang kompetisi yang melahirkan juara dan pecundang, melainkan ruang ekspresi dan perjumpaan lintas perbedaan. Di sini anak-anak akan menampilkan Flashmob “Rukun Sama Teman”, pertunjukan seni, permainan interaktif, dan aktivitas apresiatif. Sebab kami di ICRP percaya, setiap anak adalah juara dengan caranya masing-masing.
Saya ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada 491 anak dari 33 sekolah di Kabupaten Kuningan yang telah mendaftar sebagai peserta. Kalian adalah bintang-bintang hari ini. Tetaplah berani bermimpi, berani berekspresi, dan berani berteman dengan siapa pun, karena keberagaman adalah kekuatan kita.
Hadirin yang saya hormati,
Salah satu hal yang paling mengganggu saya sebagai pendidik dan pegiat perdamaian adalah ketika orang dewasa, dengan maksud baik sekalipun, menakuti anak-anak dengan aparat keamanan. “Nanti kalau tidak makan, ditangkap polisi.” “Nanti kalau nakal, dipanggil polisi.” Ini adalah pengajaran yang keliru. Polisi, TNI, dan Satpol PP adalah sahabat anak, bukan momok. Hari ini, kehadiran Bapak Kuswa dari Polsek Cigugur, Kapten Suroso dari Danramil Cigugur, dan Bapak Wawan dari Satpol PP, serta seluruh aparat yang hadir, adalah bukti bahwa aparat keamanan hadir untuk melindungi dan merayakan bersama anak-anak. Semoga ke depan, anak-anak memandang polisi dan aparat sebagai pelindung yang dekat dan hangat.
Hadirin yang berbahagia,
Anak-anak memiliki cara berpikir dan bersikap yang berbeda-beda. Seringkali kita orang dewasa menganggap mereka “tidak menurut”, padahal mereka sedang berpikir melalui kecenderungan kecerdasan masing-masing. Karena itu, dalam acara hari ini, kami perkenalkan delapan kecerdasan majemuk, agar orang dewasa tidak merespons dengan cara yang keliru ketika menghadapi anak.
Kita akan melihat SMP Al Mutazam menunjukkan kecerdasan logis matematis melalui robotik; SMPN 5 Kuningan menampilkan kecerdasan kinestetik melalui pengolahan makanan; SMP Tri Mulya menampilkan kecerdasan visual-spasial melalui membatik; komunitas Sunda Wiwitan menunjukkan kecerdasan naturalis melalui pembuatan wayang padi; serta kecerdasan musikal melalui permainan kecapi dan penampilan dari sekolah-sekolah lainnya. Ini adalah pembelajaran yang sesungguhnya, bahwa setiap anak istimewa, dan tugas kita adalah menemukan serta menumbuhkan keistimewaan itu.
Kami juga menyambut dengan sukacita kehadiran Prince Poetiray, pengisi suara Don dalam Film Jumbo, yang akan tampil spesial untuk anak-anak di sini. Terima kasih, Mas Prince, karena telah menjadi bagian dari kebahagiaan anak-anak Kuningan.
Acara ini juga menjadi momen bersejarah bagi ICRP dan masyarakat Cigugur, karena hari ini kita akan meluncurkan Deklarasi Rukun Sama Teman dengan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia. Ini adalah komitmen bersama untuk membangun persahabatan, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman sejak usia dini. Kami memulai inisiatif Kampung Rukun Sama Teman di sini, di Cigugur, sebuah kampung yang menjadi miniatur Indonesia, di mana toleransi adalah cahaya dan moderasi adalah napas.
Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas Cigugur, sebagaimana terpancar dalam tradisi Seren Taun yang baru saja kita saksikan beberapa waktu lalu, juga menjadi semangat Hari Anak Merdeka ini. Kami berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, pemerintah desa, sekolah, puskesmas, rumah sakit, pemadam kebakaran, dinas pendidikan, para relawan, dan semua yang telah bekerja keras, karena tanpa gotong royong, perayaan ini tidak akan terwujud.
Terima kasih kepada Ibu Ilma Sovri Yanti, Direktur Eksekutif ICRP, dan seluruh panitia yang telah bekerja tanpa lelah. Terima kasih kepada Yayasan Tri Mulya, Ibu Dewi Kanti, Ibu Juwita Djatikusumah, dan Ibu Susilowati dari Girang Pangaping Akur Sunda Wiwitan, yang telah menjadi tuan rumah yang luar biasa.
Kepada Bapak Menteri Abdul Mu’ti, kami merasa bangga dan terhormat. Di bawah kepemimpinan Bapak sebagai Ketua Umum ICRP dan sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, kami semakin yakin bahwa kerukunan adalah DNA bangsa Indonesia dan pendidikan adalah kunci untuk merawat DNA itu.
Hadirin sekalian,
Hari Anak Merdeka 2026 di Cigugur ini adalah wujud nyata bahwa perlindungan anak, pendidikan, dan perdamaian dapat dibangun melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, sekolah, dan komunitas.
Dari Cigugur, kami ingin menyampaikan pesan sederhana:
Masa depan Indonesia dimulai dari anak-anak yang merasa aman,
didengar, dihargai,
dan memiliki ruang untuk berteman melampaui segala perbedaan.
Mari kita jaga anak-anak kita.
Mari kita bangun masa depan bersama.
Dan mari kita nyatakan dengan satu suara
Rukun Sama Teman!
Selamat Hari Anak Merdeka 2026.
Teruslah bermimpi, anak-anak hebat Indonesia.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Om Shanti, Shanti, Shanti, Om,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan.
Rahayu Rahayu Rahayu,
Sampurasun
Prof. Dr. Chandra Setiawan, MM., PhD.
Ketua III Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)
Cigugur, 19 Agustus 2026